Tantangan Dekorasi di Rumah Super Sempit

Tantangan Dekorasi di Rumah Super SempitSebelum artikel berlanjut, yang perlu ditandai dalam tulisan ini adalah kami membutuhkan saran-saran dari Blogger yang sudah lebih ahli soal dekorasi interior di rumah kita yang lumayan luas ini --luas buat kucing. Saran-saran dari Kompasianer bisa disampaikan melalui video yang ada di sini: Enaknya Rumah Ini Mau Diapain, ya? - Homelegion #01

---

Akhirnya setelah lebih dari 7 bulan menikah, kita memutuskan untuk pindah dan terpisah dari rumah orang tua. Pada awalnya saya sendiri agak sedikit ragu, kira-kira gaji bulanan yang enggak banyak ini cukup atau tidak untuk pembiayaan rumah tangga selama satu bulan. Yang tadinya mau menggunakan listrik seenaknya, mau pakai air semaunya, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, internetan tinggal wi-fi, akhirnya kita harus juga merasakan bagaimana hidup hemat agar pengeluaran digunakan dengan cara yang benar-benar efektif, tidak terbuang sia-sia.

Kita pindah ke rumah yang sebenarnya bukan 100% rumah, lebih tepatnya rumah toko. Beberapa tahun kemarin ruko yang sudah dimiliki ini disewakan ke pengusaha yang membuka jasa Bimbingan Belajar untuk anak sekolah, setelah melewati tahun keduanya akhirnya mereka resmi membubarkan diri karena muridnya tidak mengalami perkembangan peserta. Selain tempatnya yang juga kurang strategis untuk pemasaran dalam jumlah besar, biaya yang mereka harus keluarkan untuk operasional yang tetap berjalan terus dan akhirnya pemasukannya tidak dapat menutupi pengeluarannya, padahal biaya sewa yang kita tetapkan juga tidak besar, murah banget malah.

Dan setelah habis masa kontraknya, ruko ini sempat dibukan lagi untuk dikontrakkan, beberapa juga sudah sempat menawar, walaupun pada ujungnya kita pilih untuk kita ubah menjadi tempat tinggal pribadi, hehehe. Sebelum punya dana buat pembelian rumah yang lebih besar tentunya. Seperti halnya ruko, luasnya pun tidak terlalu besar, hanya sekitar 45m2 ada dua lantai yang tersedia, lantai dasar yang bisa digunakan sebagai toko atau mungkin garasi, dan lantai 1 untuk tempat tinggal. Banyak yang bilang lebih mirip kontrakkan, tapi kita optimis --hahaha, pasutri baru yang sotoy-- kita mampu mengubah tempat yang sempit ini menjadi tempat tinggal minimalis yang manis, nyaman dan terlihat sedikit mewah.

Setelah kembali masuk ke ruko kita ini, akhirnya saya kembali garuk-garuk kepala, mau dibuat apa kali ini rumah sempit banget. Bolak-balik baca majalah, referensi, googling, kita masih tetap kebingungan mau dibuat seperti apa. 
Maka dari itu, melalui artikel ini dan juga melalui video yang saya sudah unggah di akun youtube. Kami benar-benar membutuhkan bantuan Kompasianer yang jauh lebih berpengalaman soal dekorasi rumah, kebutuhan rumah tangga dan apapun yang menunjang kehidupan kami di rumah super sederhana ini, yang kalau pompa air dan AC dinyalakan secara bersamaan, langsung jepret ini, hahaha.






Please.. please.. please...
Kami memohon sarannya melalui komentar di video yang saya lampirkan di bawah berikut ini. Selanjutnya kita pun akan berikan info update atau perkembangan bagaimana renovasi selanjutnya di rumah ini yang saya harapkan idenya kami dapatkan dari Kompasianer semua.
Kamsia... kamsia... kamsia...

No comments:

Post a Comment

Tiktok