A Guide For Hanimun in Karimun (1)

Alhamdulillah, Bobonya sekarang ada yang nemenin. Joooossss...

Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, saya ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada seluruh kerabat dan seluruh Kompasianer yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu. Terima kasih atas doa baiknya yang telah meluncur di jagad media sosial.

Dan, sebelum lanjut lagi. Mohon maaf jika artikel ini terlalu narsis, terlalu pribadi, mungkin dianggap terlalu menyombongkan diri, atau apapun yang mungkin menyakitkan hati, saya mohon maaf. Saya hanya berniat menyimpan memori indah kita ini dalam bentuk tulisan, sewaktu-waktu kita mau mengingatnya kembali.

---

Rencananya saya akan pisahkan artikel secara berseri, agar lebih mudah dibaca. Sebagai gambaran di artikel pembuka ini, kita berdua memutuskan untuk sekadar mengisi waktu cuti untuk berlibur. Pemilihan tempatnya masih di sekitar pulau Jawa, karena waktu cuti kita yang memang tidak cukup panjang, jika harus mengambil lokasi liburan yang jauh dari Jakarta.

Lagipula, kita juga memilih lokasi yang sekiranya tidak membutuhkan dana yang cukup besar, karena dana kita sudah habis-habisan untuk biaya tetek-bengek pernikahan, walaupun pernikahan kita hanya digelar secara sederhana, dana yang dicomot dikit-dikit jika ditotal banyak juga ternyata, Duh.

Kita memilih untuk melangkah sedikit ke bagian tengah pulau Jawa, tepatnya Kepulauan Karimun Jawa yang masih masuk wilayah Kabupaten Jepara. Tak terlalu spesial lagi memang kepulauan ini, cerita si ini, si itu pernah terlantun di telinga saya, ratusan gambar di smartphone pernah memanjakan kedua mata saya, sudah tak terhitung lagi berapa traveler sampai Kompasianer yang sudah ke tempat ini. Tapi buat kita yang belum pernah ya spesial lah, bodo amat deh.

Apalagi ini menjadi pengalaman pertama kita berdua, nyeruntul bareng berhari-hari. Biasanya kita hanya one day trip, kadang turing-an numpakmotor, kadang bolak-balik sehari naik kereta, pokoknya serba singkat, persiapannya juga enggak susah-susah amat.

Sejak awal kita berdua memang tidak suka ketika jalan-jalan harus mengikuti jadwal ini-itu, maunya kemana saja sesukanya. Maka dari itu kita pilih untuk tidak menggunakan jasa agen travel atau travel guide dan sebagainya. Walaupun bisa lebih murah karena datang secara rombongan, tapi pasti akan terpaku dengan jadwal-jadwal yang serba kaku, jam segini harus kesini lah, jam selanjutnya harus kesana.

Kita putuskan untuk nyeruntul kesana-sini ngurus sendiri, Yeeeeey!

Rangkaian dari tulisan ini mudah-mudahan juga bisa sebagai panduan bagaimana perjalanan menuju kepulauan Karimun Jawa. Sebenarnya sudah banyak informasi juga yang tersebar, tapi umumnya terpisah antara yang satu dengan yang lainnya, dan melalui rangkaian tulisan ini saya akan coba satukan seluruh panduan perjalanan menuju Karimun Jawa.

Total perjalanan kita kali ini dimulai dari hari minggu hingga hari kamis, jadi total perjalanannya memakan waktu lima hari. Siapkan waktu cuti kamu seperti kita ini agar lebih puas, minimal empat hari lah, karena di hari terakhir bisa juga kamu langsung memutuskan pulang lagi ke rumah. Tapi, di hari kelima kita memutuskan untuk dolanan di kota Semarang.

Total biaya untuk berdua sekitar 3 jutaan. Besar? Iya karena kita memang doyan banget jajan. Tapi dari anggaran ini saya coba ceritakan lebih rinci, hingga pilihan hotel yang romantis abis, keliling pulau secara komplit, dan jajanan yang paling asik di Kepulauan Karimun Jawa.

Oke, segitu dulu, akan dilanjutkan di artikel selanjutnya saja ya... Tunggu tanggal tayangnya.


Selanjutnya,
KEBUT-KEBUTAN DI BIS JAKARTA-JEPARA (2)

1 comment:

  1. Keren! Berarti sudah dari dulu yah direncanakan ke Karimun. Asyik, meluncur ke cerita berikutnya ah.. Siapa tau bisa jadi panduan aku ke sana juga.

    ReplyDelete

Tiktok