Bang bewok tersesat di pulau | Dok. wallpaperup.com
Anda pasti tahu, ketika Tom Hanks memperankan dirinya di film Cast Away, ketika ia mengalami kecelakaan pesawat yang pada akhirnya ia harus terdampar di sebuah pulau tanpa penghuni. Dan, ini yang lebih menyakitkan setelah ia selamat dari pulau tersebut, ia juga harus kehilangan tunangannya yang sudah menikahi pria lain, pedih bro... Tapi, ini yang lebih menyedihkan selama terdampar Tom Hanks sukses dengan perannya sebagai orang rimba yang tidak pernah membersihkan dirimu, rambut, kumis, dan janggut yang dibiarkan tumbuh liar, bang bewok bolehlah saya menyebutnya. Tapi itu terjadi di tahun 2000, dan tidak akan terjadi di tahun 2015 yang serba teknologi, sudah enggak relevan, bro. Tapi uniknya, seakan mengulang apa yang dilakukan Tom Hanks. Banyak pria masa kini sengaja membiarkan kumis dan janggutnya tumbuh lebat bagaikan Tom Hanks yang tersesat di pulau terpencil, Njadul tenan gayamu broh. Entah siapa yang memulainya kembali, selebritis atau pemain sepakbola dunia, tak ada yang mendeklarasikan dirinya sebagai trendsetter gaya bang bewok yang satu ini. Tapi ini baru setengahnya, dengan gaya bang bewok akan semakin lengkap dengan gaya rambut ala Kim Jong Un yang dulu sering dicaci ini, malah sekarang disukai para pria. Unik bukan, ketika zaman sudah semakin maju dengan teknologi yang memudahkan segala sesuatunya, trend malah berubah seperti tak butuh lagi akan teknologi, alasannya terlalu ribet. Maumu apa sih masbro? Berkat fenomena ini, mungkin Philips terinspirasi. Di bulan Oktober lalu, Philips meluncurkan alat cukur elektrik buat para pria yang terlalu malas merawat penampilan mukanya sendiri. Philips Aquatouch S5070 dengan Aquatec Wet & Dry Seal dapat mencukur dalam kondisi kering maupun basah. Mau lagi tersesat di hutan kek, mau lagi ngerebah di pulau terpencil atau lagi mandi matahari di gurun pasir pun, Philips AquaTouch dapat berfungsi apapun kondisinya.
Boleh percaya boleh tidak, tanpa melihat kaca pun, kumis dan janggut anda akan tercukur rapih tanpa mengalami luka sekalipun. Ini yang namanya teknologi, bang bewok enggak boleh alasan lagi malas mencukur karena tak ada kaca, atau cukuran yang sering melukai muka. Buat para tourer dan travellers, alat yang satu ini akan sangat berguna di setiap perjalanan anda, bro. Siapa tahu aja, di jalan ketemu cewek cakep yang enggak suka sama cowok bewokan, padahal mau kenalan tapi enggak jadi karena kamu masih bewokan saat perjalanan, uhuy. Apalagi buat para Tourer, rasanya belum sah jika pergi ke suatu tempat di kota ataupun negara lain, tapi tidak bertamu ke kantor pemerintahan setempat. Tapi ribet bro, harus cari listrik buat mencukur? Siapa bilang, dengan Philips Aquatouch S5070 hanya dengan melakukan pengisian baterai selama satu jam, anda bisa menggunakannya untuk waktu yang cukup lama, satu bulan bro... Lu nge-charge handphone aja paling lama satu hari bertahannya. Tapi jangan berharap kesasar satu bulan aja, selain baterainya yang akan semakin habis, kesasar satu bulan di antah berantah akan membuat anda juga kesulitan untuk cari madyangaan, bisa tewas nanti. Tapi lama-kelamaan, tumpul bro pisaunya? Ah, sotoy kali kau bro, belum coba tapi sudah kasih argumen. Menurut Erik van Houten selaku Head of Marketing dari Philips Personal Health Indonesia ini, semakin sering digunakan pisau cukur akan semakin tajam ketika dipakai mencukur, Less Maintenance. Buat bang bewok yang terlalu lebat kumis dan janggutnya, Fitur Smartclick yang akan memudahkan untuk membabat habis akar gigi yang muncul di dagu. Dengan mencopot kepala pencukur dan menggunakan pisau precision timer baru dibersihkan dengan 5 Directions Flex Head. Semudah itu, dan setelah bersih muka anda akan selembut pantat bayi. Jadi, bang bewok masih mau cari alasan apalagi? Bang bewok silakan baca-baca di www.philips.co.id
Pertemuan saya dengan salah satu marketplace Indonesia ini, belum terlalu lama. Di sekitar tahun 2011 akhir, entah keywords apa yang mengarahkan saya ke salah satu marketplace ini. Bukalapak.com, sebuah marketplace baru yang cukup berani menantang kompetitor yang sudah cukup memiliki nama dan kredibilitas, sebut saja Kaskus yang fungsi utamanya sebagai ruang forum diskusi dan juga sebagai wadah berkumpulnya komunitas, ternyata juga memiliki open marketplace yang cukup populer bagi netizen. Walaupun penerapannya masih cukup tradisional, seluruh isi pasar masih bergantung pada apa yang akan dijual penggunanya, dan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab antara penjual dan pembeli.
Kembali pada awal pertemuan saya dengan bukalapak, seingat saya marketplace ini menjadi salah satu rujukan yang paling disebut dari para penggemar olahraga sepeda di dunia maya. Pada awalnya saya mengira situs ini adalah situs toko online yang menyediakan seluruh suku cadang sepeda. Karena sangat "gerilya"nya anak sepeda ketika menjawab setiap pertanyaan rekomendasi tempat mencari suku cadang sepeda yang lengkap, jawabannya selalu merujuk ke bukalapak.
Tak heran di awal kemunculannya menu lapak sepeda menjadi yang terdepan di halaman utama. Suku cadang sepeda dan segala macamnya menjadi barang yang paling sering muncul di halaman utama. Walaupun kamera dan printilannya juga memiliki kontribusi yang imbang terhadap isi barang di bukalapak, saya kira komunitas sepeda dan kamera yang menjadi kekuatan terbesar awal dari perjalanan bukalapak sebagai open marketplace, word of mouth menjadi momentum bukalapak mengembangkan bisnisnya menjadi semakin besar.
Pada tahun-tahun awal pun, bukalapak sebenarnya juga masih menerapkan mekanisme penjualan yang masih tradisional layaknya Kaskus. Pembeli dapat berkomunikasi langsung dengan penjual dengan menghubungi kontak yang biasanya dicantumkan di halaman informasi lapak. Cara ini di satu sisi memang memudahkan pembeli ketika tertarik dengan suatu barang dan menginginkan barang tersebut dengan cepat, tapi di lain sisi cara tradisional ini bisa dibilang cukup ribet karena kadang pembeli ada yang kurang percaya dengan barang yang dijual, yang akhirnya mengajak untuk bertatap muka langsung dengan penjual atau sering disebut COD (cash on delivery). Kekurangannya adalah cara ini kadang cukup menjengkelkan para penjual, karena beberapa pembeli tidak semua memiliki etika yang baik saat bertransaksi, ketika penjual harus berjauh-jauh datang ke lokasi yang dijanjikan, pembeli bisa saja membatalkan transaksi secara sepihak. Cara ini sangat jadul dan bukan ini yang dimaksud sebagai transaksi jual beli online.
Saya yakin bukalapak paham betul dengan kondisi ini, bukan hanya pembeli kadang yang kadang membatalkan transaksi secara sepihak, tapi salah satu faktor publik Indonesia yang masih menjadi pemain baru di dunia jual beli online, menjadikan lahan yang masih "bayi" ini menjadi lahan baru oknum penipu yang memanfaatkan situasi jual beli online sebagai lahan operasinya. Untuk open marketplace seperti bukalapak dan Kaskus jelas kesempatan mereka untuk mendulang "emas", pergerakan oknum ini memang sangat liar dan akan sulit dibendung jika jumlahnya semakin banyak.
Tampilan awal halaman bukalapak, sebelum merubah sistem dan migrasi server.
Seakan menjadi pelajaran di kasus ini, beberapa pihak secara independen, tidak terikat dengan marketplace tertentu, mendirikan sebuah sistem yang menyediakan jasa perantara yang biasa dikenal dengan rekening bersama. Sistem ini bukan hal baru sebenarnya, karena di dunia jual beli internasional, jasa ini dikenal dengan nama Escrow, rekening bersama hanya bentuk penerapannya di Indonesia.
Jasa ini tentu saja tidak gratis, ada tarif yang sudah ditentukan di setiap transaksi. Umumnya semakin besar jumlah uang yang sedang bertransaksi, akan semakin besar pula biaya tarifnya karena resiko yang semakin besar. Penerapannya pun butuh waktu edukasi yang memakan waktu, tak semua pembeli maupun penjual paham betul dengan mekanisme rekening bersama, bahkan banyak pihak yang beranggapan mekanisme yang seperti ini terlalu ribet dan juga memakan waktu saat proses transaksi. Setidaknya, walaupun proses ini cukup ribet, ada jaminan soal keamanan dana jika dilakukan melalui jasa rekening bersama yang memiliki reputasi yang cukup baik.
Jasa ini 100% aman? Belum tentu. Karena bergerak secara independen, posisi ini juga yang rentan terhadap aksi penipuan, tak ada yang bisa menjamin jika jasa tersebut tidak memiliki tanggung jawab di bawah sebuah korporasi. Bahkan di tahun 2015 saja, masih ada jasa rekening bersama yang menipu penggunanya hingga ratusan juta rupiah.
Ketika ada kasus penipuan yang melibatkan jasa rekening bersama independen, pihak mana yang akan dituntut akan sulit dilacak karena beberapa jasa masih banyak yang bergerak perorangan atau terdiri dari beberapa kelompok yang belum resmi secara hukum. Salah satu jalan utamanya, adalah melaporkan ke pihak kepolisian yang paling memiliki wewenang untuk memutus sebuah kasus penipuan. Tapi jika anda hanya tertipu dengan jumlah kecil, seperti yang anda tahu dan menjadi rahasia umum, untuk kasus kecil Kepolisian terkesan akan mengabaikan laporan anda.
Masih ingat dengan kasus seorang remaja di Bogor yang tertipu saat berbelanja secara online yang setelah melaporkan ke polisi, mereka justru disuruh mengikhlaskan uang tersebut. Lucu bukan? Tapi ini realitanya untuk saat ini, dan jika saya menjadi remaja tersebut, sudah pasti saya akan segera keluar dan benar-benar mengikhlaskannya, karena usaha laporan seperti apapun akan sia-sia selama kasus tersebut masih dalam jumlah yang kecil. Mungkin perlu ratusan korban yang mengadukan secara gerilya di satu pos polisi untuk meyakinkan kasus penipuan tersebut. (Sumber: Tertipu Belanja Online, Lapor Polisi Malah Disuruh Ikhlasin)
Kita skip pembahasan pelaporan di kepolisian. Melalui kejadian ini dampak buruknya, publik semakin sulit untuk memiliki kepercayaan terhadap transaksi jual beli online. Bayangkan pihak yang diharapkan sebagai perantara yang menjanjikan keamanan (Rekber), justru yang juga terlibat sebagai aktor penipuan transaksi online.
Indonesia yang sedang beranjak dari Low Trust Society menuju kultur High Trust Society, jelas akan selalu menemui jalan hambatan. Program yang dicanangkan Bank Indonesia yakni, program Gerakan Non Tunai akan menjadi program yang akan berimbas dari kasus penipuan dan semacamnya di dunia online. Karena melalui transaksi jual beli online, program Bank Indonesia tersebut akan bersinergi.
Apa alasan utama Bank Indonesia mencanangkan program ini? Tentunya sebagai bentuk penghematan yang selama ini terbuang sia-sia ketika bertransaksi menggunakan uang tunai. Mungkin anda tidak sadar uang tunai itu cukup memakan biaya saat proses produksi perencanaan hingga pencetakannya. Melalui non tunai yang anda harus sadari, uang satu rupiah pun bisa masuk dalam hitungan penghematan pengeluaran sehari-hari anda. Kita ambil contoh implementasinya di kegiatan sehari-hari, ketika anda membeli bahan bakar di pom bensin secara penuh dan menggunakan uang tunai, seandainya jumlah total pengeluaran bahan bakar sebanyak 96 ribu rupiah, tentu anda akan membayarkan dengan uang tunai pecahan 100 ribu rupiah, akan ada kembalian 4 ribu rupiah. Dari 4 ribu rupiah ini yang bisa menjadi pemborosan anggaran kehidupan anda sehari-hari, karena kadang 4 ribu rupiah tersebut bisa saja hilang, atau terpakai dengan tujuan yang tidak jelas.
Bandingkan dengan menggunakan non tunai, anda masih bisa menghemat 4 ribu rupiah tersebut, karena dengan bertransaksi secara non tunai anda hanya perlu membayarkan sesuai dengan apa yang anda butuhkan. Dan ini yang sesuai dengan evolusi yang dilakukan bukalapak untuk saat ini, dan begini nih jual beli online yang beneeeerrr!
Evolusi Bukalapak
Saya tidak tahu persis kapan tanggal bukalapak resmi meluncurkan mekanisme terbarunya, seingat dan perkiraan saya pada waktu itu terjadi di akhir tahun 2012. Saya pun baru menyadarinya ketika ingin membeli suku cadang di salah satu penjual di bukalapak, saya kesulitan untuk menghubungi penjual karena rata-rata kontak dihapus oleh manajemen bukalapak. Setelah diamati, bukalapak menerapkan mekanisme yang selama ini sudah dijalankan oleh ebay. Mmmmhhh...
Menariknya, di saat jasa rekening bersama independen menentukan tarif sesuai dengan jumlah transaksi, bukalapak menurut saya pribadi cukup percaya diri dengan memberikan jasa perantara atas nama bukalapak sendiri sebagai perantara resmi layaknya rekening bersama namun sama sekali tidak menerapkan tarif untuk seluruh transaksi yang masuk di bukalapak.com. Sekaligus menjadi hakim yang memutuskan jika barang tidak sesuai dengan yang diiklankan oleh penjual, maka bukalapak akan menjamin dana tersebut kembali pada pembeli.
Penerapan mekanisme yang sudah pasti sejalan dengan campaign yang sedang dijalankan Bank Indonesia. Bukalapak berani untuk menerapkan mekanisme yang dibilang kurang populer, menabrak kebiasaan transaksi online saat ini. Kebijakan ini saya kira keputusan yang cukup bijak, dan secara tidak langsung sebagai bentuk edukasi terhadap seluruh netizen Indonesia.
Konsekuensi yang diambil bukalapak, tentu akan berimbas dengan jumlah pengunjung dan pengguna aktif yang dimiliki bukalapak. Kaget dengan mekanisme baru, untuk pengguna yang belum terbiasa sudah jelas akan kecewa dengan kebijakan yang diterapkan, karena faktor pengguna netizen Indonesia yang masih baru dan belum terbiasa. Dampaknya pengurangan pengunjung, banyak penjual yang lebih memilih untuk menggelar lapaknya di marketplace tradisional.
Berdasarkan pengamatan singkat saya dengan statistik yang cukup sederhana, sedikit menggambarkan bagaimana sulitnya bukalapak meraih kembali perhatian para penggunanya. Disamping proses migrasi server dan perbaikan menuju mekanisme terbaru tentunya.
Statistik sederhana perkembangan pengunjung bukalapak dari tahun ke tahun.
Dari statistik terlihat jelas, pada akhir tahun 2012 hingga tahun 2013. Bukalapak kehilangan momentum setelah menerapkan mekanisme terbaru. Beberapa rekan saya yang ada di komunitas sepeda pun, beberapa ada yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan mekanisme yang diterapkan oleh bukalapak. Dianggap terlalu berbelit-belit, menyulitkan beberapa pembeli yang lebih menyukai cara tradisional.
Tapi, bagaikan menanamkan benih edukasi kepada seluruh netizen Indonesia, dan seperti menunjukan cara inilah yang benar dalam transaksi online. Bukalapak langsung memasuki masa panennya di tahun 2014, bahkan melampaui pengguna di tahun kemunculannya yang masih fluktuatif.
Seolah menerapkan dilema dan kesulitan cewek untuk menjaga berat tubuhnya agar tetap ideal. Evolusi selanjutnya yang diterapkan bukalapak adalah masuk di ranah mobile apps. Melalui data pengguna internet Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar lebih dari 88,1 juta pengguna ini, mayoritas menggunakan smartphone sebagai alat untuk mengakses sebuah internet bukan lagi hanya didominasi oleh perangkat komputer.
Alasan ini juga yang sebenarnya menjadi beberapa perusahaan digital termasuk juga bukalapak, fokus untuk mengembangkan bisnisnya ke netizen pengguna smartphone. Perkembangannya pun cukup signifikan, sebelum terjun langsung dalam pengamatan saya, bukalapak sebelumnya hanya meluncurkan mobile apps hanya khusus untuk penjual. Seperti baru meraba animo dan test the water, seberapa efektif penerapannya.
Dan, akhirnya kini bukalapak resmi meluncurkan mobile apps-nya yang dapat digunakan seluruh penggunanya, dengan dua platform populer Android dan iOs yang sudah bisa diunduh di Google Play atau di App Store. Hanya dengan smartphone anda tak perlu lagi bingung mencari barang yang anda cari, bahkan kadang sulit ditemui di toko konvensional. Semudah anda menggunakan social media anda, semudah itu pula anda berbelanja melalui smartphone. Pilih barang yang dinginkan, transfer menggunakan internet banking, anda tinggal duduk manis sembari menyaksikan acara joget-joget India di TV, dan biarkan tugas kurir yang menjadi assisten anda saat berbelanja.
Aniway, selamat untuk tim bukalapak.com yang sudah sukses menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Saya salah satu yang mengiringi perkembangan marketplace terasik di Indonesia ini. Semoga tetap memberikan kepercayaan yang baik untuk seluruh netizen Indonesia.
Akhirnya, Ketemu Earphone Murah
Xiaomi di Blanja.com
Buat MIUI
user pasti semua sudah paham, karena biasanya produk smartphone keluaran
negerinya naga ini tidak dilengkapi dengan earphone, padahal sudah lazimnya
earphone menjadi bawaan setiap produk smartphone baru.
“Ah… lebay banget lu pin, earphone
aja dipermasalahin.”
Tapi ini
serius, keliatannya sepele tapi earphone menjadi salah satu barang yang paling
dibutuhkan saat menggunakan henpon, walaupun memang tak selalu digunakan.
Earphone jadi alat meditasi yang paling ampuh saat suasana kantor terlalu riuh,
saat lagu yang kita suka tak cocok didengarkan dengan menggunakan speaker, saat
lagu yang kita suka tak sesuai dengan favorit pendengar sekitar. Earphone
menjadi jalan keluar masalah ini.
Nah, alasan
itulah yang harus dipikir kembali oleh Xiaomi masa henpon udah cakep tapi
enggak ada earphone-nya, Meeeh. Walaupun harganya memang juga sudah cukup murah
sih.
Akhirnya
daripada harus terpenjara karena enggak bisa dengerin musik di kantor, langsung
mulai hunting-hunting di toko online. Setelah surfing, browsing, keliling tujuh
keliling, harga earphone-nya Xiaomi malah bikin pusing tujuh keliling, banderol
harganya malah seperempat gaji bulanan, Hahaha. Setelah dengan meditasi dan
berdoa sepenuh hati, emang dasar rezeki anak soleh. Muncul notifikasi di email
dari Blanja.com. Alamaakjaanng, bagai menemukan duit goceng di atas tumpukan
Koran bekas, di Blanja.com earphone Xiaomi cuma dibanderol dengan harga Rp
60.000.
Langsung
beli? Enggak juga karena gw punya pengalaman pahit selama belanja online, haha
lebay. Tapi serius, gw udah dua kali ketipu gara-gara belanja di salah satu
forum jual-beli Indonesia, cerita ketipunya pernah gw certain di Kompasiana.
Jadi sebelum belanja di Blanja.com, wajib investigasi terlebih dahulu asal usul
dari situs jual beli ini.
Namanya
masih bisa dibilang baru, belum banyak yang kenal dengan Blanja.com,
searching-searching dikit dibagian bawah sudah tertera, Joint venture Telkom
Indonesia dan e-bay, wah dari sini aja sudah cukup meyakinkan nih. Siapa yang
tidak kenal dengan perusahaan Telkom Indonesia dan e-commerce terbesar di dunia
ini. Enggak cukup disitu, sekali lagi harus searching lagi berita di google,
dan ketemu sumber dari sindonews.com.
"Produk-produk UKM dapat
terdistribusikan dengan cepat, biaya relatif rendah, baik untuk pasar Indonesia
maupun pasar global marketplace eBay,"
Wah… wah..
mungkin ini nih alasan kenapa earphone yang saya temukan di Blanja.com itu
dibanderol cukup murah, Dan ini yang paling menggiurkan, karena sudah lama
menjadi pelanggan Telkomsel, yang ternyata juga bekerjasama dengan blanja.com
memberikan berbagai penawaran khusus dengan menggunakan T-Cash sebagai metode
pembayaran, keuntungannya bisa dapet cashback hingga Rp1 juta dan diskon hingga
95%. Nah ini juga pas buat poin hunter macem gw, Telkomsel Poin dapat ditukar
jadi potongan harga sebesar 50% serta cashback hingga Rp500 ribu.
Jadi, enggak
salah deh ambil earphone di Blanja.com.
Lupa mau ngeshare.. Ditaro di blog pribadi aja ya, kalo di Kompasiana ntar kena peringatan posting pendek... Wuehehehehe..
Pose Kriko yang lainnya ntar diupdate disini ya, ngantuk euy...
Awas ada lalet :P
Bongkar Infocus M320E, Android Dewa Buat Selfie dan Gaming
Apa sih yang paling dicari pengguna handphone di zaman sekarang, kalo enggak buat foto, buat selfie, yang paling bener ya biasanya buat gaming. "Lemot enggak nih HP buat main game bla...bla..bla", itu pertanyaan yang paling klasik ketika pengguna yang sebenarnya enggak begitu ngerti-ngerti amat sama Android, dan cara pertanyaan ini pula yang ampuh untuk menghindarkan rasa malu pengguna tersebut ketika lagi nongkrong dan diajak main game ataupun selfie yang ternyata HP yang digunakan lemot abis dan cuma bisa digunakan social media.
Alasan inilah yang menjadi niat dari wellcommshop mendatangkan HP yang lebih dikenal di produk projectornya, berbekal kamera belakang superbesar yaitu 13 megapixel, dan 8 megapixel di kamera depan, spesifikasi inilah yang menjadi unggulan pabrikan keluaran amerika tersebut. Pasar yang dituju tentunya pola pengguna android yang lebih mengutamakan kamera sebagai unggulan gadgetnya, dan bagi para maniak selfie bekal 8 megapixel sudah pasti sudah sangat mumpuni buat kalian yang gemar bernarsis ria. Pesaing yang sudah menyematkan kamera depan sebesar ini baru datang dari pabrikan Huawei dengan tipe Ascend P7.
Puas menggunakan kamera depan, pengguna bakalan lebih puas lagi ketika menggunakan kamera utama 13 megapixelnya, lebih ganas lagi karena kamera ini dimotori Sony Exmor R Sensor dengan aperture f/2.2, CMOS BSI, dijamin foto yang dihasilkan bakalan bokeh abis, karena bukaan aperture yang besar. Agar tidak licin saat digenggam desain yang dihadirkan pada tipe ini juga dilapisi dotted pada bagian casenya agar lebih mudah digenggam. Tak puas sampai disitu, saatnya siksa Infocus M320E untuk gaming. Cara standar dengan memainkan game HD, dan kali ini saya menguji coba dengan memainkan game Asphalt 8 yang terkenal dengan game super berat dan grafik yang tinggi. Berbekal prosesor octa-core Mediatek MT6592, 1,7 GHz dan didukung GPU Mali-450 MP4, walaupun hanya memiliki RAM 1GB, Infocus M320E yang sudah saya set grafik tertinggi, HH ini menjalankan game dengan sangat lancar tanpa ada lag sekalipun saat bermain.
"Ah, batrenya boros ntar kalo dipakai main game terus!", Aaaah... ngaco abis lu bro, nih HH daya tampung bisa dibilang gila, 3100 mAh dan diprediksi mampu menyala dalam kondisi standby hingga 500 jam. Dan, menurut mas putu selaku product specialist dari tim wellcommshop, HH ini mampu bertahan kurang lebih 24 jam ketika HH digunakan nonstop pemakaian gaming, kamera dan social media, Superb!
Harga yang dibanderol untuk HH spesifikasi tinggi seperti ini cukup mencengangkan, Wellcommshop bakal merilis harga di angka 1.999.000 untuk Infocus M320E ini, skor antutu benchmark nya juga cukup superb, ada di angka 32246 dan mengalahkan Xiamoi Redmi Note, HTC One, dan Asus Zenfone yang dibanderol dengan harga yang sangat jauh lebih mahal, worth to buy banget kan buat yang dompetnya sedikit cekak namun ingin memiliki smartphone dengan spesifikasi tinggi yang dimiliki Infocus M320E ini.
Tertarik untuk coba? Silakan cari tahu di wellcommshop sebagai distibutor resmi Infocus M320E di Indonesia, karena di tempat tersebut produk ini akan dijamin dengan garansi selama 1 tahun barang diganti yang baru. Simak juga spesifikasi lengkapnya di Infocus Smartphone M320E.